Antara gue dan Danau Kaco

Friday, August 07, 2015

Hehyoooo. 
Apa kabar? Baik yes? yes?


Btw sekarang gue masih liburan semester nih. Liburan gue lumayan lama dan kerjaan gue disini cuma ngitungin hari. Rasanya pengen cepet-cepet balik ke Jakarta. Soalnya berasa gak betah di tempat baru. Bonyok baru pindah rumah yang jaraknya 12 jam dari tempat lama.

Selain ngitungin hari, ada kegiatan yang menyenangkan di tempat baru. Jalan-jalan. Yak, kerjaan gue disini ya cuma jalan-jalan. Mungkin semua sudut tempat ini udah gue telusuri selama liburan. Tapi, ada satu yang paling berkesan. Beberapa hari yang lalu, gue baru balik dari satu tempat yang keren. Menurut gue sih. Namanya Danau Kaco. Emangnya ada apa diantara gue dan Danau Kaco? Gadapapa. Wkwkkwk. So, gue cuma mau cerita tentang perjalanan gue dan kerennya Danau ini.


Menurut Wikipedia,

Danau Kaco merupakan danau yang terlentak di Kabupaten Kerinci, Jambi. Tepatnya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Danau ni berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan situs warisan UNESCO. Danau ini memiliki luas sekitar 90 meter persegi dan memiliki kedalaman yang belum diketahui. Danau kaco dapat memancarkan cahaya terang di malam hari pancaran cahaya itu semakin terang pada saat malam bulan purnama atau malam tanggal 15 penanggalan Hijriah.

Yap, danau ini lumayan terkenal di Indonesia. Mungkin beberapa dari kalian tahu. Menariknya tempat ini adalah airnya yang jernih dan biru. Karena belum pernah kesini, akhirnya gue pun membayar rasa penasaran itu. Jadi, pagi-pagi banget gue udah bangun dan berangkat dari rumah jam 6 pagi. Gue gak mandi, iya gak mandi. Secara rumah gue sekarang di daerah pegunungan. Jadi, dinginnya air kamar mandi bakal ngebunuh gue hidup-hidup. Oke, yang ini lebay. 

Gue baru sampe lokasi tujuan sekitar jam 9 pagi. Dan dari gerbang kita harus jalan kaki kurang lebih satu sampai dua jam ngelewati hutan belantara.

Singkat cerita, akhirnya gue sampai di lokasi dengan keadaan yang mengenaskan. Mulai dari celana sampe ransel penuh sama yang namanya lumpur. Biasanya perjalan lewat hutan gak separah ini. Berhubung malamnya abis hujan dan bikin jalannya jelek, jadi gue bisa sampe lokasi sekitar dua jam dengan keadaan seperti itu.


Melelahkan, tapi menyenangkan.






Ketika gue sampai, lokasi masih sepi. Gada orang sama sekali. Waktunya tepat banget. Airnya masih tenang, udaranya masih sejuk. Pemandangan juga masih segar. Gue bahagia udah bisa sampai kesini lebih awal. Karena keindahannya gabakal keganggu sama keberadaan orang lain. Well, gue akhirnya main air dan kemudian berenang. Setelah agak siangan baru beberapa orang berdatangan dan akhirnya ramai. Setelah berjam-jam disana, nyuci baju, nyuci celana, nungguin jemuran, makan siang, tidur siang, akhirnya gue pulang dengan bersih dan rapi. Tapi, beberapa saat kemudian, dalam perjalan pulang keadaan gue mengenaskan kembali. Bhahahaha..




Oke sampai disini dulu. thanks udah baca postingan gue kali ini. kayaknya udah lama banget ya gue ga ngeblog. maafkan daku. samapi ketemu lagi dipostingan selajutnya. babayyyy..
Jambi, 7 Agustus 2015.

You Might Also Like

6 talks

  1. eh gila! airnya bening banget tuh yak??? Kapaan gue bisa ke jambi...? :"(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bening bangetttttt. Kapan yaaa. Dapet salam dari Danau Kaco tuh. Wkekekek.

      Delete
  2. kereeen. bisa dipake buat berenang gak tuh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa bangettttt. Tapi siap-siap kedinginan soalnya airnya dingin.

      Delete
  3. Wow! Benar-benar sebening kaco, ya. Btw banyak ikannya kayaknya, ya? Asyik juga sambil mancing, ya. Pasang tenda trus bakar-bakar ikan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa banyak banget ikannya. Namanya ikan semah hahahha. Bener juga ye ide yang bagus :v

      Delete